Wednesday, January 2, 2013

Penggunaan Media Gambar Bahasa Indonesia di SD


PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR
DALAM PEMBELAJARAN BAHASA  INDONESIA
DI SEKOLAH DASAR

Pembelajaran adalah sebuah proses komunikasi antara pembelajar, pengajar dan bahan ajar. Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Untuk menyampaikan pesan pembelajaran dari guru kepada siswa, biasanya guru menggunakan alat bantu mengajar (teaching aids) berupa gambar, model, atau alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkrit, motivasi belajar, serta mempertinggi daya serap atau yang kita kenal sebagai alat bantu visual. Penggunaan media yang paling sederhana dan sering digunakan di sekolah dasar adalah penggunaan media gambar sebagai ilustrasi materi pelajaran yang ingin dibahas dalam proses pembelajaran, terutama dalam proses belajar menyimak cerita pada bidang studi Bahasa Indonesia. Berikut adalah contoh skenario penggunaan media gambar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas V SD pada topic mendengarkan cerita rakyat..
Seperti pada semua bidang studi, saat guru telah memasuki kelas, kegiatan pendahuluan yang dilakukan adalah menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran, seperti menanyakan keadaan peserta didik, menanyakan kelas, dan memperhatikan kelengkapan fasilitas kelas untuk menunjang proses pembelajaran sehingga tidak mengganggu dalam proses pembelajaran. Masih dalam kegiatan pendahuluan tak lupa juga guru melakukan apersepsi, pada topik menyimak cerita, apersepsi yang dilakuakn adalah dengan menanyakan pada peserta didik siapa yang pernah mendengar atau membaca dongeng. Setelah siswa menjawab, kemudian guru menjelasakan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang akan dicapai dan menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.
Kemudian masuk ke kegiatan inti yaitu proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi. Pada kegiatan eksplorasi, guru yang pada kegiatan awal bertanya pada siswa tentang dongeng, menjelaskan pengertian dongeng, legenda, fabel, mite. Setelah itu, meminta peserta didik untuk membaca buku pelajaran mengenai topik tersebut sehingga dapat menemukan hal baru, seperti contoh dan perbedaan. Pada kegiatan ini, guru juga dapat menggunakan media gambar yang telah dibawanya. Media gambar yang dimaksud adalag gambar atau foto mengenai setiap kejadian dari legenda yang diceritakan guru pada peserta didik. Pada hal ini adalah legenda Jayapra dan Layonsari yang berasal dari daerah Bali. Guru di depan kelas bercerita dengan menggunakan gambar yang dibawa sehingga siswa dapat dengan mudah memahami cerita Jayaprana dan Layonsari. Tentu saja, guru saat bercerita harus dengan ekspresi dan intonasi yang tepat sehingga dapat menarik minat siswa dan dapat dijadikan teladan bagi siswa. Setelah selesai bercerita, masuklah dalam kegiatan elaborasi yaitu meminta siswa untuk menulis cerita yang pernah didengar atau dibaca. Pada saat siswa menulis, guru memperhatikan siswa, jika ada yang mengalami kesulitan, guru segera dapat membantu. Setelah selesai menulis, siswa kemudian menceritakan kembali di depan kelas. dengan begitu tidak menuntut kemungkinan bahwa siswa mencontoh prilaku guru saat menceritakan cerita tersebut. Sehingga tujuan yang dicapai diharapkan berhasil. Masuk pada kegiatan  inti yang terakhir yaitu konfirmasi. Dalam kegiatan konfirmasi, guru memberikan umpan balik dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik. Misalnya jika cerita yang ditulis dan yang diceritakan oleh siswa sudah bagus, guru dapat memberikan nilai yang sesuai atau dengan memuji siswa sehingga dapat menambah motovasi siwa dalam belajar. Namun jika ada yang kurang dalam penyampaiannya, guru mencoba memperbaiki dengan kata-kata yang lembu dan tidak mengganggu mental siswa atau merefleksi kembali pada siwa tersebut. Dengan begitu siswa dapat mengetahui kekurangannya dalam pembelajaran ini.
Masuk dalam kegiatan penutup, guru  bersama-sama peserta didik mmebuat rangkuman mengenai pembelajaran hari ini yaitu mengenai dongeng, legenda, fabel, mite. Kemudian guru memberikan tugas pada siswa baik tugas individual ataupun tugas kelompok. Saat mengakhiri pelajaran, guru mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan pembelajaran hari ini.
Demikian contoh penggunaan media pembelajaran gambar pada pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment